EKONOMETRIKA
PENDAHULUAN
·
Model
Ekonomi Keterkaitan Artikel :
1. Fenomena
ekonomi ada sebabnya dan dapat menyebabkan munculnya sebab ekonomi yang lain.
2. Menurut
logika ekonomi penurunan harga minyak memengaruhi penurunan harga2 barang lain
dan akan terjadi deflasi. Penurunan BBM positif untuk masyarakat karena harga
akan turun, namun berpengaruh ke pendapatan suatu negara dikarenakan penurunan
pertumbuhan nasional.
3. Melemahnya
nilai tukar memengaruhi ekonomi indo, seperti harga impor naik,
4. Kesimpulan
dari artikel : perubahan variable ekonomi akan memengaruhi variable ekonomi
lainnya, melemahnya bbm mengakibatkan ekonomi nasional terganggu, lemahnya
nilai rupiah berpengaruh nilai harga barang.
·
Pengertian
Ekonometrika
1. Secara
harfiah = pengukuran ekonomi
2. Sebagai
ilmu social dimana alat teori ekonomi, matematika dan statistic untuk
menganalisa fenommena ekonomi.
3. Merupakan
aplikasi untuk memperoleh hasil dalam angka dan membuktikan teori2 ekonomi.
4. Adalah
bidang ilmu gabungan dari ilmu ekonomi, matematia dan statistic untuk
menganlisi teori ekonkmi secara kuantitatif berdasar data empiris.
5. Adalah
cara kita menggunakan data dan teori dari ilmu ekonomi, bisnis dan ilmu2
sosial, Bersama sama dengan alat statistic, untuk menjadawab tipe pertanyaan “
seberapa besar “.
6. Kesimpulannya Ekonometrika adalah suatu gabungan secara integritas antara ilmu ekonomi, matematika dan statistic untuk menganalisis fenomena ekonomi agar bisa pasti secara kuantititatif.
·
Peran masing masing bidang ilmu
1) Teori
ekonomi berperan membuat hipotesis yang umumnya bersifat kualitatif mengenai
hubungan antarvariabel ekonomi berkaitan dengan fenomenan ekonomi yang
dimodelkan.
2) Matematika
eknomi berperan merumuskan teori ekonomi dalam bentuk persamaan matematka tanpa
verifikasi teori empiris.
§ Fungsi
konsumsi
C = Bo + B1 Y
Konsumsi dipengaruhi oleh
pendapatan ( C dipengaruhi oleh Y )
C = f( Y )
·
Focus pembelajaran ekonometrika adalah
berfokus pada model
·
Pnegertian MODEL
1) Model
merupakan penyederhanaan dari dunia nyata. Umumnya digunakan untuk mendektai
fenomena yang umumnya bersifat kompleks agar mudah dipahami.
2) Ada
beberapa tipe model
§ Model
verbal
Merupakan replica secara
tepat dari dunia nyata dalam bentuk verbal.
§ Model
Fisik
Merupakan replikad dari
dunia nyata dalam bentuk fisik berupa 2 dimensi maupun 3 dimensi
§ Model
Geometris
Replica dari dunia nyata
dalam bentuk grafik
§ Model
Aljabar/simbolis
Replica dalam bentuk
simbolis atau persamaan matematika.
·
Macam macam model aljabar atau
simbolis
·
Denggan model akan bisa membaca faktanya.
·
Beberapa Model :
1. Model
linier dan non linier
a. Model
linier = persamaan matematika berupa garis lurus.
b. Model
non linier = persamaan matematika bukan berupa garis lurus.
Contoh: model Cobb
Douglas, model kuadratik
Model non linier dapat
dimanfaatkan untuk mencari proses produksi mengalami titik efisien.
Analisis
model ekonometrika mempunyai perbedean diantara model linier dan non linier.
2. Model
deterministic dan model stokastik
a. Model
deterministic= model matematis atau model yang pasti.
y= B0 + B1X1 +B2X2 + … +
BnXn
b. Model
stokastik = model yang mengandung unsur ketikdapastian ( model probabilitas ).
Y= Bo + B1X1 + B2X2 + … +
BpXp + £
Simpul E = errortems
3. Model
statis dan model dinamis
a. Model
statis = sebuah persamaan yang hanya menganalisis jangka
pendek atau saat tertentu aja.
Misalnya : pengaruh
inflasi terhadap profitibilitas bank Syariah,
b. Model
Dinamis = sebuah persamaan yang menganalisis baik jangka pendek
dan jangka Panjang.
Contohnya : kalau
missal bbm hari ini naik, kenaikan harga barang barang lain akan naik dihari
hari yang akan datang.
·
Tujuan Ekonometrika
Membantu
dalam mencapai 3 tujuan berikut :
a. Memverifikiasi
atau menguji validitas teori ekonomi
b. Menghasilkan
dugaan dugaan numerik bagi koefisien2 hubungan ekonomi.
c. Meramalkan
nilai besaran besaran ekonomi berdasarkan probabilitas tertentu.
·
Ciri model ekonometri yang baik
1. Secara
teori masuk akal
2. Kemampuan
menjelaskan
3. Keakuratan
taksiran atau estimasi dari parameter
4. Kemampuan
peramalan
5. Kesederhanaan